Masih Relevan-kah “Buku Adalah Sumber Ilmu”?

1

Posted by jasq | Posted in Uncategorized | Posted on 15-06-2012

“karena tantangan Wijang pagi ini : “Aku tidak mau belajar lagi! Buku cuma membuatku bodoh!”

 

 Miris juga aku mendengar penuturan Wijang dengan wajah serius penuh ke arahku.

“Aku tidak mau belajar lagi! Buku cuma membuatku bodoh!”
Dan dia menyodorkan buku pelajarannya kepadaku dengan kecewa yang mendalam. Wajah kesalnya tidak bisa disembunyikan. Lalu dia berlari meninggalkanku termangu. Aku diam. Mencoba berpikir apa yang harus aku lakukan untuk menenangkannya.

Ya, peristiwa itu terjadi semalam. Aku seperti biasa menemani Wijang belajar, karena pagi ini dia ujian kenaikan kelas Bahasa Inggris. Sekitar jam 20.30 aku mulai membuka buku pelajaran Bahasa Inggris dan membacakan untuk Wijang. Belum berlalu 15 menit, aku sudah mulai adu pendapat dengan Wijang, karena ketika aku menyodorkan pertanyaan apakah bahasa inggrisnya bibi, Wijang menjawab uncle, dan ketika aku tanya bahasa inggrisnya paman, Wijang menjawab aunt. Ya, sudah pasti itu salah. Dan aku mencoba memberikan pengertian pada Wijang bahwa jawaban itu salah. Tapi Wijang tidak terima, dia bersikukuh pada pendapatnya : UNCLE=BIBI dan AUNT=PAMAN.
Read the rest of this entry »

Sama-Sama Bendhul

1

Posted by jasq | Posted in Uncategorized | Posted on 14-06-2012

“Mata Mamah bendhul,” begitu sapa Wijang padaku pagi ini ketika aku membangunkannya. Aku berusaha tersenyum, semampuku. “Mamah harus cepat cuci muka biar ndak bendhul. Malu lho nanti sampai kantor, ketahuan kalau semalam nangis,” lanjutnya. Wijang membalikkan kalimat yang sering aku ucapkan ketika bangun pagi dan matanya tampak membesar akibat nangis malam sebelumnya.

Ya, semalam, ketika aku membantu Wijang belajar, konsentrasiku terpecah. Teringat satu peristiwa. Sebenarnya aku sadar betul, ketidaksesuaian hati antar rekan bisa kapan pun terjadi. Dan itu lumrah. Hanya saja barangkali kemarin tak kuasa lagi aku menahan perasaan. Dan jatuhnya airmataku sempat tertangkap sudut mata Wijang.
“Mamah nangis, kenapa? Sudah besar kok nangis?” Read the rest of this entry »

Mendengar Itu Pakai Telinga, Bukan Mata

0

Posted by jasq | Posted in Uncategorized | Posted on 13-06-2012


Mulai Senin kemarin Wijang melakukan ujian kenaikan kelas. Mau tidak mau aku menyisihkan waktu lebih untuk menemaninya belajar. Tapi, namanya juga anak-anak termasuk pula Wijang, susahnya minta ampun diminta kesadarannya untuk membuka buku dan mempelajarinya demi persiapan ujian esok hari. Dan sejak hari Minggu lalu, antara aku dan Wijang seolah ada rasa-rasa yang aneh jika bertemu. Di satu sisi aku menginginkan Wijang konsentrasi belajar tepat waktu. Di sisi lain Wijang pun punya jadwal sendiri nonton televisi yang menurutnya harus tepat waktu juga. Celakanya jam prime time antara ‘waktuku’ dan ‘waktu Wijang’ bersamaan. Sebagai seorang ibu aku punya ego yang lebih dan aku merasa aku berhak menentukan apa-apa yang semestinya dilakukan anak. Maka, dengan sedikit negosiasi aku bisa ‘memaksa’ Wijang untuk melakukan kehendakku. Dan kami pun mulai serius belajar bersama.

Setengah jam kemudian, Wijang tampak gelisah. Lalu katanya,
“Mah, belajarnya jangan di kamar. Aku ndak bisa konsentrasi ni lho…” Read the rest of this entry »

Wijang Hilang

0

Posted by jasq | Posted in Uncategorized | Posted on 09-06-2012

Sabtu pagi itu aku libur. Aku berencana untuk menjemput Wijang di sekolah. Maka aku SMS Mas Agus, Satpam Perumahan yang aku mintai tolong abonemen jemput Wijang tiap hari dari sekolah. Aku tuliskan padanya bahwa untuk Sabtu ini Mas Agus ndak perlu jemput, karena Wijang akan aku jemput sendiri. Dan bersiaplah aku. Wines sengaja pula aku bawa serta. Maksud hati ingin membuat surprise buat Wijang. Karena aku yakin dia bakal senang adiknya ikut menjemput. Ya, Wijang sangat sayang dan bangga sama Wines. Seringkali Wines dipamerkan ke teman-temannya. “Hey, ini adikku lho. Adikku perempuan. Cantik!” begitu kira-kira yang sering diucapkan Wijang.

Maka, Wines pun aku gendong dengan selendang, kubawa bekal, dan kustarter Suzuki Smash-ku. Sekitar 10 menit sampailah aku di sekolah Wijang. Kuhampiri kelasnya dengan perasaan suka membayangkan Wijang terkejut dan senang mendapati aku dan Wines menjemput. Sampai di depan pintu kelas, beberapa orang tua teman Wijang terlihat berjejer dengan maksud dan tujuan yang sama denganku. Sejurus kemudian sebagian besar raut muka mereka berubah. Aku bingung, tapi tetap saja kusapa mereka satu per satu.

Dan tanpa jeda detik Mbah-nya Surya teman Wijang berkata, “Mbak, Wijang sudah keluar kelas, saya pikir sudah dijemput. Tadi sih main-main di ‘buk’ (jembatan kecil) sana”, tunjuknya mengarah ke luar pagar sekolah.
Aku terhenyak, segera aku berlari ke arah yang ditunjuk Mbah-nya Surya. Sampai di ‘buk’ kudapati beberapa teman Wijang, dan kutanyai mereka, jawabannya seragam, “Wijang tadi di sini, tapi sekarang ndak tahu.”
Waduh, deg! Aku mulai panik. Read the rest of this entry »

Nyontek = Bayar

0

Posted by jasq | Posted in Uncategorized | Posted on 07-06-2012

pulang sekolahHampir setiap hari aku mendapatkan keluhan yang sama dari Wijang. Dan pagi ini dia mengulanginya.
“Mah, Rudi (bukan nama sebenarnya) nyontek aku terus di sekolah. Padahal sudah dinasehati Bu Guru, Rudi tidak boleh nyontek, harus mengerjakan sendiri tugasnya. Tapi masih nyontek terus. Gimana ya caranya biar Rudi ndak nyotek aku lagi?”

Jujur, aku pun sudah habis akal mendengar keluhan Wijang itu. Kali pertama, kedua, dan ketiga, aku bilang saja pada Wijang,
“Kak, Rudi nyontek kamu, penyebabnya, mungkin, Rudi memang betul-betul tidak bisa mengerjakan tugas sekolah. Jadinya dia nyontek kamu… Kalau gitu, ya, sudahlah, biarin saja dulu. Tapi sambil kamu ajari. Kalau dia sudah bisa, pasti tidak nyontek lagi.”

Hari berikutnya Wijang bercerita bahwa dia menuruti saja nasehatku dan melakukannya. Maka dia pun mulai mengajari temannya. Namun menurut Wijang, Rudi tetap tidak berubah. Lama-lama, barangkali Wijang merasa gerah, hingga akhirnya mengeluh lagi. Read the rest of this entry »

Rss Feed Tweeter button Facebook button Technorati button Reddit button Myspace button Linkedin button Webonews button Delicious button Digg button Flickr button Stumbleupon button Newsvine button Youtube button